Friday, May 30, 2014

Manfaat Alkohol Bagi Tubuh Kita Dan Dampaknya

Manfaat Alkohol Bagi Tubuh kita

Alkohol dari berbagai macam merk

Hal mengejutkan lagi-lagi telah ditemukan. Para peneliti dari Emory University telah menemukan bahwa lalat buah (drosophila melanogaster) mengkonsumsi alkohol untuk dijadikan obat. Lalat-lalat tersebut minum alkohol untuk mengusir parasit-parasit yang ada ditubuhnya.

Hal ini tentu saja akan berimbas pada konsumsi alkohol yang dilakukan oleh manusia tidak sepenuhnya negatif atau merusak tubuh.

"Kami percaya apa yang kami temukan telah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dapat memiliki efek perlindungan terhadap penyakit menular, khususnya terhadap parasit yang menyerang melalui darah," kata Dr Todd Schlenke, penulis penelitian yang dipublikasikan di scientificamerican.com.

Todd yang juga ahli evolusi genetika di Emory University menambahkan,”Lalat buah mungkin saja bisa beradaptasi dengan alkohol, karenanya digunakan sebagai obat. Tapi kemudian kami mencoba menaikkan pertanyaan menjadi, kalau lalat bisa menggunakan alkohol untuk mengontrol parasit dalam darahnya, mungkinkan organisme lain termasuk manusia mengontrol parasit dalam darahnya dengan menggunakan alkohol dosis tinggi?”

Todd mempelajari dua spesies tawon dan meletakkan telurnya di dalam larva lalat buah. Ketika telur tawon menetas, bayi tawon memakan larva lalat dari dalam ke luar. Jika lalat buah mengkonsumsi banyak alkohol, tawon sulit untuk meletakkan telurnya di dalam larva lalat. Bahkan jika tawon melakukannya, tak akan banyak telur yang menetas.

Di dalam buah yang masak, larva lalat mengkonsumsi 5-15 % alkohol. "Mereka (lalat) pada umumnya hidup dengan alkohol,” ujar Tood.

Tood juga mengatakan bahwa ia ingin menguji apakah dengan mengonsumsi alkohol lalat bisa mencegah apa yang disebut "endoparasitoid" tawon yang memakan lalat dari dalam ke luar. Jadi untuk penelitian yang muncul dalam jurnal Current Biology, para peneliti melepaskan beberapa lalat pada cawan petri berisi makanan lalat (6 % alkohol pada setengah dari piring dan bebas alkohol di sisi lain).

Setelah 24 jam, 80 persen dari lalat yang terinfeksi telur tawon berada di sisi alkohol, sementara hanya 30 persen dari larva lalat yang tidak terinfeksi buah berada di sisi lain yang bebas alkohol.

"Hasilnya sangat mengejutkan," kata Tood. "Lalat yang terinfeksi sengaja mengkonsumsi alkohol. Karena dengan mengkonsumsi alkohol lalat bisa memperpanjang kelangsungan hidupnya.”

Bir dan anggur yang memiliki kecukupan alkohol untuk dikonsumsi telah menyelamatkan beberapa petualang-petualang dunia. Sebut saja Columbus yang bertahan dalam perjalanannya mengarungi laut padahal seperti yang diketahui bahwa air di kapal cenderung terkontaminasi dengan patogen. Columbus dan awaknya mendarat di Plymouth Rock bukan karena keindahannya melainkan karena di situlah mereka kehabisan bir.

Arti dari cerita tersebut menurut Tood adalah mereka tahu bahwa yang membuat para pelaut itu sehat adalah bir. Kalau tidak mengapa Henry VII memastikan kapal-kapalnya membawa bir lebih dari makanan. Atau selama Ekspedisi Spanyol, Yohanes Stile menulis kepada raja, "Yang Mulia, kekurangan terbesar dalam perjalanan ini adalah bekal bir.”

Setidaknya para pelaut, dan mungkin nenek moyang awal kami pertanian, tahu bahwa mengkonsumsi alkohol adalah untuk menangkal penyakit. Dengan kata lain, manusia mungkin sepintar lalat, setidaknya ketika datang untuk mengobati diri dengan alkohol.


DAMPAK NEGATIF
Alkohol adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek stimulasi ringan. Bahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperoleh dari proses fermentasi madu, gula sari buah atau umbi umbian. Nama yang populer : minuman keras (miras), kamput, tomi (topi miring), cap tikus , balo dan lain-lain.

Nama minuman dan kadar alkoholnya menurut Mustafa KS:
1. Bir Putih, 1 - 5 %
2. Bir Hitam, 15 %
3. Samsu, 20 %
4. Macam-Macam Anggur, 15 %
5. Ryn & Moezelijn, 10 %
6. Anggur Malaga, 15-17 %
7. Tokayer, 15 %
8. Sherry, 20 %
9. Likeuren, 30-50 %
10. Anggur Perancis, 9-11 %
11. Champagne, 10-12 %
12. Anggur Spanyol, 15-20 %
13. Anggur Hongaria, 15-20 %
14. Rhum & Brandy, 40-70 %
15. Jenever, 40 %
16. Bols, 40 %
17. Hulskamp, 40 %
18. Whiskey, 30-40 %
19. Cognac, 30-40 %
20. Tuak & Saguer, 11-15 %
21. Macam-Macam Anggur Obat, 15-20 %
22. Shake, 10 %.
(Mustafa KS,1983 : 23).

Di Indonesia penjualan minuman beralkohol di batasi dan yang boleh membeli adalah mereka yang telah berumur 21 tahun. Beberapa etnik di Indonesia menggunakan minuman beralkohol pada acara tertentu dalam jumlah yang sedikit. Mereka juga memproduksi minuman beralkohol dengan nama yang bermacam ragam misalnya : tuak, minuman cap tikus, ciu dan lain-lain.




SEMOGA BERMANFAAT ^^

No comments:

Post a Comment